09
May
08

2010 Indonesia Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Asia

Indonesia berpotensi mensejajarkan diri dengan raksasa ekonomi baru seperti Brasil, Rusia, India, dan China (BRIC). Bahkan dengan komposisi masyarakat kelas atas dan kelas menengah yang besar, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi besar yang melampaui Malaysia ataupun Singapura.

“Saat ini terdapat 22,5 juta penduduk golongan atas dan 70 juta penduduk golongan kelas menengah yang memiliki PDB di atas US$1.946 perkapita per tahun. Bayangkan jumlah penduduk sebesar itu dengan daya beli yang sangat besar,” ungkap ekonom sekaligus Komisaris BCA Cyrillus Harinowo dalam paparan di depan wartawan di Jakarta, Rabu (7/5).

Menurut Harinowo, dengan kondisi itu sebenarnya pada 2010 nanti Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara BRIC. Namun, hal itu bila Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan PDB nominal sebesar 15% per tahun. Dengan pertumbuhan itu, PDB Indonesia bisa mencapai US$3.000 per kapita per tahun.

Dengan daya beli yang besar ini, Hrinowo mengatakan total PDB Indonesia tahun itu bisa mencapai Rp6.000 triliun. Dengan banyaknya masyarakat dengan daya beli yang besar akan menarik banyak investasi yang akan masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh beberapa pemain yang lebih memilih Indonesia dibanding negara lain. “Di Unilever saja, Unilever Indonesia menjadi satu-satunya anggota grup yang mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 19%,” katanya.

Hal sama diungkapkan mantan Gubernur BI Adrianus Mooy. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara kekuatan ekonomi baru. Namun untuk itu, pemerintah harus bisa meningkatkan berbagai infrastruktur dan ketersediaan energi.

“Masalah infrastruktur ini menjadi salah satu tugas besar pemerintah. Selain itu, pemenuhan kebutuhan energi juga merupakan PR lainnya,” jelas Mooy.

Hal itu dibenarkan mantan CEO BHP Biliton dan Newmont Noke Kiroyan. Menurutnya, Indonesia bukan lagi sebagai negara yang memiliki pasokan energi besar. Pasalnya, produksi minyak bumi negara ini hanya 0,59% dari total dunia. Begitu juga dengan batu bara yang hanya 1,93% dan gas alam sekitar 1,58%. “Artinya negara ini bukanlah produsen besar energi,” tegasnya.

Kendati demikian, Noke mengingatkan jika Indonesia meningkatkan eksplorasi hal ini bisa ditingkatkan. Begitu juga dengan energi alternatif seperti bahan bakar nabati dan lainnya.

Dia mengingatkan, Indonesia memiliki kemampuan panas bumi yang setara dengan 27 ribu mega watt. Jumlah ini hampir dua kali lipat kapasitas terpasang PLN saat ini. “Potensi inilah yang seharusnya bisa dioptimalkan,” katanya. (Toh/OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NjQ1

ini nih yang bikin gue bangga jd orang Indonesia….


9 Responses to “2010 Indonesia Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Asia”


  1. 1 badboys
    May 11, 2008 at 3:37 pm

    gmn mw maju ne indonesia,wong jalan ke bandara internasionalnya aja masi kebanjiran!!!!!!

  2. May 12, 2008 at 6:39 am

    tapi nih indonesia tuh sekarang gi banyak masalahnya, contohnya aja kok sekarang BBM mo dinaekin sih harganya, nambah rakyat kelaparan aja

  3. 3 kaituha
    May 12, 2008 at 7:26 am

    BBM kita 80 % dinikmati oleh orang kaya saja.
    minya mentah dunia udah naik. apakan dgn itu kita masih jual BBM dgn harga murah.

  4. 4 manjer_kawuryan
    May 13, 2008 at 8:05 am

    perhitungan secara angka atau secara matematis memungkinkan hasil atau pendapat seperti itu. Tentunya hal ini sangat masuk akal. Namun banyak faktor yang perlu diperhatikan. memang, daya beli masyarakat indonesia tinggi. Tapi apakah sudah ada penelitian mengenai sumber uang yang digunakan untuk membeli barang-barang tersebut? kalau saya boleh berpendapat, banyak orang saat ini membeli barang dengan “uang panas” atau hutang. istilah lebih updatenya kredit.
    selain itu, jangan mudah terkecoh dengan pendapat seperti itu, sebab senyatanya tingkat ekonomi masyarakat justru merosot. indonesia jadi ladang investasi. hal ini malah menyebabkan manusia indonesia terpengaruh hedonisme dan konsumerisme.bagaimana tidak, setiap harinya orang-orang diiming-imingi dengan berbagai macam barang yang begitu menarik hasrat membeli dari masyarakat. bagi yang mampu, tentu hal ini bukan masalah. bagaimana dengan yang tidak mampu? banyak dari mereka akan tetap membeli karena gengsi. parahnya, mereka membeli secara kredit yang kemudian ujung-ujungnya terjepit pelunasan kredit tersebut. selain itu, hasil yang besar dari investasi luar malah lebih menguntungkan pihak investor dan pemerintah. masyarakat dapat apa? selain itu, masyarakat miskin masih sangat tinggi di indonesia.
    kalau mau indonesia maju, ubah dulu mentalitas dan kualitas SDMnya, serta tanggulangi kemiskinan. hal ini klasik, tapi ini nyata dan urgent.

  5. 5 Teguh S
    May 14, 2008 at 11:59 am

    Enggak juga sih..

    BBM kita tuh kan karena kita gak mampu produksi sendiri..kapasitas Balik papan dan Balongan gak mencukupi…

    Jujurnya Kenapa harus ada Esson, Total, Kaltex danlainlainya…?. notabene mreka kan ngeruk untungnya saja biasa ex patriat (gondok juga aye).

    Kita-2 sih harapkan satu sektor kebutuhan Energy bisa Selfsuport gitu shg kan gak perlu lagi harus tunduk ama oprec eh OPEC…

    Salam +++

  6. 6 arief oke
    May 17, 2008 at 3:03 am

    Satu kata karna pejabat2 kita yg terhormat banyk maling nya.Satu kata MALING…..MALING

  7. 7 deny
    July 1, 2008 at 3:18 am

    PARA PEJABAT MENGGONGONG MINTA NAEK GAJI SEDNGKAN RAKYAT MENDERITA,MAU JADI APA NEGARA INDONESIA INI………JANCOK

  8. December 25, 2008 at 4:41 am

    it’s a nice site. keep on updating, i love to read much…
    bikebali


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: